Sabtu, 23 Mei 2009

ANGAN - ANGAN ACEH MASA DEPAN


Aceh adalah salah satu propinsi yang terletak di ujung barat pulau Sumatra, ia terletak pada posisi yang sangat srategis yaitu di jalur bolak balik lalu lintas internasional, yang dikenal dengan tanahnya yang subur, hasil alamnya melimpah sehingga semua mata tertuju padaNya.

Aceh merupakan daerah pertama yang mempunyai hubungan langsung dengan dunia luar. Aceh memiliki sebuah sejarah yang lama. Aceh memainkan peranan penting dalam tranformasi yang dijalani daerah ini sejak berdirinya.Marco Polo, pada 1292, sewaktu dalam pelayaran ke [Parsi] dari china telah singgah ke Sumatra. Beliau melaporkan terdapat enam pelabuhan yang sibuk di bahagian utara pulau tersebut. Mereka termasuk perlabuhan Perlak, Samudera dan Lamuri.

Beberapa tahun terakhir ini, bangsa kita menghadapi berbagai cobaaNyang cukup berat. Cobaan dan musibah datang mendera tanpa pernah terduga, silih bergati. Dari Dasar laut ada Tsunami, dari daratan ada gempa dan Lumpur, dari puncak gunung ada letusan. Belum pulih luka dari musibah-musibah diatas, kini bangsa kita menghadapi “trend” musibah baru yang disebabkan alat-alat hasil ‘rekayasa’ manusia. Jatuhnya pesawat, tenggelam dan terbakarnya kapal, dan kecelakaan kereta api. Di udara kita tersungkur, dilaut kita tenggelam, didarat kita terjungkal. Lengkap sudah.

Kendati demikian, kita harus tetap memiliki keyakinan bahwa “Badai pasti berlalu”. Akan tiba saat dimana kita akan memetik buah kesabaran dan ketegaran dari musibah-musibah itu. Sebagai bangsa yang besar kita mesti optimis dan berjiwa besar. Sebentar lagi kita akan menjemput kejayaan itu. Nanggrau Aceh adalah negeri yang sangat beruntung di banding bangsa-bangsa lain di dunia ini. Hal ini terlihat dari karunia Sang pencipta dalam bentuk sumberdaya yang melimpah.

Tidak salah kiranya dalam berbagai literatur para pejelajah dunia yang pernah singgah di bumi nusantara, Aceh digambarkan sebagai rangkaian ratna mutumanikam yang terhampar dari barat hingga ke timur. Kekayaan sumber daya tersebut meliputi sumberdaya alam, sumberdaya buatan, dan sumber daya manusia.

Sumber daya alam meliputi sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable) dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (Unrenewable). Sumber daya manusia adalah satu-satunya potensi sumberdaya yang dimiliki Aceh dalam jumlah banyak dan sangat mustahil dalam kondisi saat ini jumlahnya sangat berkurang secara drastis. Hal ini sangat berbeda dengan sumber daya mineral dan giologi yang pada umumnya bersifat Unrenewable, sehingga setiap saat selalu berkurang jumlahnya.

Jumlah penduduk Aceh yang tinggal sekitar empat juta jiwa merupakan potensi sumberdaya manusia yang sangat strategis bagi pelaksanaan pembangunan menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Dengan potensi sumberdaya manusia sebanyak itu kita tidak perlu cemas akan kekurang tenaga yang melaksanakan pembangunan bangsa dan mengelola sumberdaya alam yang melimpah ini. Pengelolaan sumberdaya alam dalam rangka pelaksanaan pelaksanaan pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera masih sangat membutuhkan sumberdaya manusia yang tidak sedikit. Sekali lagi, kita harus bangga menjadi bagian dari bangsa Aceh. Sebagai bangsa yang besar dan dan satu-satunya yang bersyariat Islam, kita harus optimis bahwa kedepan, Aceh akan menjemput “Keperkasaannya” yang masih terpendam. Sumberdaya yang begitu luar biasa setidaknya menjadi salah satu faktor penentu kebangkitan itu. Saat ini, sikap optimisme mutlak sangat dibutuhkan dalam jiwa-jiwa masyarakat Aceh, sebab sikap inilah yang dapat menginspirasi bangkitnya semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap Aceh. Obtimisme itu akan melahirkan kekuatan besar yang terkadang diluar nalar. Sebuah revolusi yang lahir dengan gemilang mesti lahir dengan sikap optimisme dan keyakinan para ksatrianya.

Kemenangan para sahabat kendati dengan jumlah kecil pada perang badar menggambarkan kekuatan optimisme itu. Lahirnya kertas dicina, ditemukannya pesawat terbang, telpon , listrik, dan penemuan-penemuan ilmiah lainnya mesti berawal dari optimisme dan keyakinan para penemunya.

Sikap optimis inilah yang telah melahirkan pribadi-pribadi yang tangguh, sikap percaya diri inilah yang telah mengisi para bintang kehidupan. Dari sejarah para pendahulu (assabiqulnal awaluun), kita menyaksikan begitu banyak pelajaran yang bisa kita raih. Islam tersebar hampir ke pelosok penjuru dunia hanya dalam tempo yang sangat singkat di karenakan jasa pribadi-pribadi yang memiliki karakter seorang pemenang yang tangguh, optimis, dan percaya diri. Mereka adalah mutiara-mutiara yang telah menghiasi untaian akwah islamiah sepanjang sejarah.

Sayangnya, mutiara ini telah tercerabut dari perbendaharaan umat islam dan direbut oleh mereka yang pada awal kebangkitan Islam Justru adalah masyarakat jahili yang berada dalam kegelapan yang total. Gelap secara teologis, gelap secara keilmuan, bahkan gelap secara moral. Dalam khzanah islam dikenal term khusnuzh-zhan yang merupakan rangkuman dari dua karekter optimis dan percaya diri. Orang yang khusnuzhzhan atau optimis adalah mereka yang melihat cakrawala dunia penuh warna-warni dan mendorong dirinya dengan penuh keberanian. Adapun su’uzh-zhan, penuh prasangka negative, atau pesimistis adalah tipe manusia yang melihat dunia hanya satu warna. Tidak ada jalan untuk keluar. Batas cakrawala semakin sempit bagi hidupnya sehingga dirinya menjadi peragu, bahkan pengecut.

Masa depan Aceh adalah masa depan yang cerah. Beberapa indikasi menunjukkan bahwa aceh memiliki kans yang cukup besar menuju kondisi yang lebih baik. Hal ini diantaranya ditandai dengan adanya peningkatan akses dan penggunaan informasi oleh masyarakat, semakin tingginya rata-rata pendidikan; membaiknya srata ekonomi masyarakat merupakan wujut peningkatan kualitas masyarakat aceh yang berakibat pada naiknya tingkat kecerdasan dan kesadaran politik.

Pemerintah aceh sekarang sepertinya telah sangat serius memikirkan hal itu, buktinya kita lihat, pemberian bantuan Beasiswa kepada masyarakat yang kurang mampu dan yang ingin melajutkan pendidikannya baik dalam negeri maupun luar negeri. Sekarang telah melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan dengan beberapa perguruan tinggi baik di Jakarta, Malaysia, Australia, Turki , Mesir, dan Jerman. dll

Pilkada sukses beberapa bulan yang lalu, ini juga merupakan landasan yang kuat untuk mencapai masa depan aceh yang lebih baik. Dengan Suksesnya pilkada tersebut ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemerintahan Aceh. Karena satu-satunya daerah yang memilih peminpinnya secara langsung. semoga ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah yang lain. Dengan pemilihan secara langsung tersebut telah terjadi sirkulasi elit yang lebih sehat dan demokratis atau yang disebut dengan peaceful transition of power.

Disamping itu, proses pergantian pimpinan daerah yang dipilih secara langsung menjadi momentum pembelajaran politik kepada masyarakat sebagai bagian dari mekarnya sebuah proses demokratisasi. Dengan sedikit catatan mengenai kondisi politik yang kita miliki sampai saat ini, boleh dikatakan bahwa proses transisi ke arah masa depan yang diingikan sedang berjalan dengan semestinya. Dari pemaparan diatas ada yang perlu kita pahami bahwa kita sebagai masyarakat Aceh kita memiliki peluang untuk banyak berbuat bagi masa depan Aceh yang lebih Aman dan damai, lebih demokratis dan sejahtera.

Kerja sama semua pihak perlu terjalin, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif ini menjadi modal utama bagi terbangunnaya obtimisme Aceh yang lebih baik. Marilah kita sonsong masa depan Aceh yang lebih cerah!!

  © Blogger template 'Isnan Ananda' by Isnancomputer.com 2009

Back to TOP